Gadget, Networking, IT Things and Anothers

Wednesday, August 15, 2018

VPN Praktis Menggunakan Mikrotik Bagian I

Mas Bro Gan Sob, sebagai router serba bisa dan serba guna Mikrotik hadir dengan beberapa jenis VPN yang sangat mudah untuk digunakan. Eh, sebelumnya VPN itu apa sih? nah menurut wikipedia VPN atau Virtual Private Network adalah jaringan komputer yang terhubung secara fisik dan dapat berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya dengan menafaatkan protocol tertentu. Nah, kali ini saya akan mencoba untuk membahas mengenai implementasi VPN praktis menggunakan Mikrotik.

Mikrotik mendukung beberapa jenis VPN seperti, PPTP, SSTP, L2TP, dan yang lainnya. Kali ini saya akan menjelaskan dua jenis VPN yang sering saya gunakan untuk koneksi sementara yaitu, PPTP dan SSTP. Kenapa saya bilang sementara, karena saya sendiri menggunakan VPN ini hanya saat membutuhkan koneksi ke pabrik tempat kerja, walaupun VPN ini bisa digunakan untuk koneksi permanen antar mikrotik dengan jaringan internet.

1. PPTP
PPTP merupakan salah satu jenis VPN yang paling mudah digunakan dan banyak didukung platform OS yang ada, baik Windows, Linux, Mac ataupun Android. Saya sendiri sering menggunakan PPTP ini. Untuk konfigurasinyapun sangat mudah, kita tinggal mengaktifkan server PPTP lalu membuat secret dan profile untuk usernya. Berikut langkah-langkahnya :

*btw saya tidak akan membahas setup mikrotik dari awal, saya akan langsung menuju setup dari PPTP ini. Dan setting yang saya lakukan full menggunakan winbox

  1. Silahkan login ke router Mikrotik menggunakan Winbox lalu menuju menu PPP - Interface - PPTP server - Cek Enable - Apply
  2. Membuat IP Pool untuk alokasi IP dari client VPN yang tersambung, menu IP - Pool - add. Buatlah IP Pool dengan range IP yang sesuai dengan yang kita buat di IP-Address agar lebih mudah.
  3. Membuat Profile, menu PPP - Profile - Add, isikan nama profile, isikan local address bisa menggunakan IP routernya, untuk remote address gunakan ip pool yang sudah dibuat sebelumnya.
  4. Membuat Secret (user dan password), menu PPP - Secret - Add. Isikan name, password, pilih service yang sesuai dan pilih profile sesuai dengan yang dibuat sebelumnya.
  5. Cobalah koneksi dari laptop, contoh langkah-langkah koneksi VPN PPTP dari windows 7 seperti berikut :
          a. Buka Control Panel - Network And Sharing Center - Pilih Set up new connection or network
          b. Pilih Connect to a workplace
           c. Pilih No, Create New Connection
            d. Pilih Use My Intenet Connection (VPN)
             e. Isikan Intenet Addressnya, ini bisa menggunakan IP Public internet yang kita miliki
          f. Isikan user dan password sesuai dengan yang dibuat di Secret tadi, centang remember this  password jika menginginkan password disimpan, lalu connect lalu skip.
          g. Ubah jenis koneksi dengan cara klik kanan koneksi yang dibuat tadi lalu ubah Type Of VPN menjadi point to point (PPTP)
        h. Silahkan dicoba koneksinya, gunakan user dan password yang telah dibuat di Secret tadi
Nah Mas Bro Gan Sob, sementara saya ulas yang untuk PPTP saja ya, untuk yang SSTP akan saya ulas di artikel berikutnya. Terimakasih sudah membaca, jika ada yang ditanyakan atau didiskusikan silahkan dituliskan di kolom komentar.

Bersambung....
Share:

Monday, August 13, 2018

Review Action Camera Xiaomi Yi Black International

Mas Bro Gan Sob, masih setia dengan artikel gadget review, kali ini saya akan membahas mengenai review Action Camera Xiaomi Yi Black International. Action camera ini saya beli sejak bulan Januari tahun 2017 dari salah satu marketplace online di Indonesia. Namun cukup membingungkan juga ketika memilih di market place online tersebut (tokopedia, bukalapak, lazada dll). Karena banyak sekali varian dan bundling paketnya. Sehingga sedikit membingungkan untuk memilih mana yang pas untuk kebutuhan saya. Saya bukan vlogger, hanya saja senang untuk mendokumentasikan perjalanan saya. Dengan pertimbangan ini, saya pasti membutuhkan waterproof case(WP) dan beberapa mounting. Terutama mounting di helm. Selain itu saya juga membutuhkan tongsis dan memory yang mencukupi untuk dokumentasinya. Karena sudah dipastikan hasil rekaman dari action camera terutama yang sudah HD pasti memiliki kapasitas yang besar.

Dengan berbagai pertimbangan akhirnya saya memilih membeli Action Camera Xiaomi Yi Black International di Tokopedia. Saya memilih paket Xiaomi Yi International include memory Toshiba 16 GB, WP Case & Tongsis. Di seller yang saya pilih paketan tersebut dijual dengan harga Rp. 1.070.000.  Sudah saya lihat berkali-kali dan saya sorting ini yang termurah dari semua yang saya temukan. Setelah diputuskan membeli, saya pilih expedisi pengiriman J&T yang kebetulan saat itu sedang ada promo gratis ongkos kirim senilai Rp. 20.000. Jadilah saya bisa mendapat gratis ongkos kirim.

Action camera ini memiliki ukuran yang lumayan mungil panjang 6cm, tinggi 4cm, tebal 2cm. Xiaomi Yi memiliki 3 tombol, satu didepan untuk power dan shutter, satu diatas untuk mode, satu disamping untuk WiFi switch.Di bagian belakang ada lubang untuk port usb, mini hdmi dan slot micro sd serta tempat bateray. Untuk Xiaomi Yi ini tidak ada displaynya semua controlnya menggunakan WiFi dan applikasi yang dipasang di smartphone. Kembali ke Xiaomi Yi, untuk menyalakan cukup tekan tombol yang ada didepan kemudian akan terdengar bunyi beep dan lampu menyala. Setelah menyala cukup tekan tombol yang ada disamping untuk menyalakan WiFi. Kemudian anda tinggal membuka applikasi di smartphone.

Featurenya apa saja? Action camera ini memiliki fitur untuk record video, dimana memiliki kemampuan untuk membuat video timelapse, untuk capture image alias jepret gampar juga ada fitur timelapse, brust dan timer.

Dari segi penggunaan, action camera ini termasuk agak ribet. Karena entah kenapa kadang susah tersambung WiFinya. Akan tetapi kadang juga mudah. Berbeda dengan action camera yang builtin lcd display, dimana kita dengan mudah mengoperasikan camera dan fitur-fiturnya dengan melihat di layarnya langsung. Selain itu action camera ini lumayan cepat panas, apalagi jika digunakan untuk record video. Untuk kualitas gambarnya sih cukup bagus apabila digunakan untuk merekam di lokasi yang pencahayaannya cukup atau pas siang hari, namun tidak terlalu bagus jika digunakan untuk merekam video di malam hari. Kualitas suaranya kurang bagus, memerlukan tambahan mic eksternal agar bisa lebih bagus.

Untuk hasil gambar bisa dilihat seperti berikut 
Untuk hasil videonya bisa disimak seperti di video ini
Nah mas bro gan sob, sekian review dari saya. Terimakasih

Share:

Wednesday, August 8, 2018

Review Xiaomi Mi 4c

Mas Bro Gan Sob, Handphone yang saya beli di toko online ini istimewa menurut saya. Terlepas dari issue barang refurbished, Mi 4c ini layak diacungi 2 jempol. Ya Xiaomi Mi 4c merupakan produk dari Xiaomi yang sebenarnya tidak untuk dipasarkan di Indonesia. Selain itu ponsel keluaran tahun 2015 ini hanya memiliki varian warna white, grey, pink, yellow, blue. Sedangkan yang saya beli berwarna hitam doff, nah lo…. Yup, banyak yang berspekulasi produk ini merupakan hasil refurbished. Masuk akal juga sih, kan dirilis September 2015, dan saya baru beli di Desember 2016. Bisa jadi memang sudah stop produksi dan unit yang saya dapat ini memang hasil refurbished. Selain itu ada juga yang melakukan pembelaan, hanya casing/backdoornya saja yang diganti, karena casing yang aslinya dijual lagi dengan harga lebih tinggi. Atau untuk memenuhi penjualan sebelumnya yang request warna tertentu dan akhirnya mengorbankan barang yang tersisa dan di beri casing/backdoor yang tidak asli.

Issuenya untuk Mi 4c refurbished itu berciri-ciri, casing/backdoor hitam doff, mika bening penutup flash camera polos tidak ada guratan-guratan bulat, sim tray yang tidak ada angka 1 dan 2 sebagai pembeda lokasi sim1 dan sim2. Dan sinyalnya sering bermasalah. Awalnya sih saya juga was-was dengan Mi 4c saya, karena pembelian online, pastinnya lebih ribet kalau harus urus garansi. Namun setelah pemakaian dua bulan rasa was-was itu hilang sudah. Meskipun ciri-cirinya hampir semua masuk, kecuali sinyalnya. Sinyal Mi 4c saya normal-normal saja. Awalnya saya sempat membanding-bandingkan dengan beberapa tipe yang lain, namun entah kenapa meski Mi 4c termasuk produk lawas, saya tetap memilihnya.

Tidak ada moding yang saya lakukan terhadap Mi 4c saya, hanya penggantian ROM abal-abal ke ROM EU. Kenapa rom abal-abal? iya, karena pada dasarnya Mi 4c merupakan produk yang hanya keluar di China, jadi rom globalnya tidak ada. Rom yang dipasang rata-rata merupakan rom modifikasi masing-masing distributor yang melakukan import produk ini. Kenapa dimodifikasi distributor? karena rom aslinya full bahasa China, dan tidak ada software-software umum yang ada di handphone android. Jadi agar bisa dipasarkan di Indonesia, pastilah diganti dengan rom modifikasi yang ada bahasa indonesianya dan yang lengkap dengan Google Playstore dan sebagainya. Kenapa saya menggantinya? karena rom abal-abal ini merugikan menurut saya, sering sekali muncul iklan-iklan yang menggangu. Kenapa memilih rom EU untuk penggantinya? karena dari beberapa saran, rom EU ini lumayan stabil dan enak dipakai, daripada custom rom yang lainnya. Minusnya di rom EU ini tidak ada bahasa indonesia, bagi saya sih tidak masalah, karena saya terbiasa pakai bahasa inggris, malah aneh kalau pakai bahasa indonesia.

Sampai saat ini, lebih dari setahun pemakaian dan hampir mendekati 2 tahun pemakaian masih belum ada kendala yang saya temui pada Mi 4c saya ini. Sudah dua kali jatuh sampai hardcasenya retak pun tidak ada masalah. Hanya saja beberapa kali saat berpergian naik motor ataupun mobil, saat handphone ini saya masukkan dalam tas dan cuaca panas muncul warning bahwa suhu baterai hampir mendekai 45 derajad celcius. Namun mudah saja, tinggal dimatikan sebentar warning itupun hilang dan handphone tetap bekerja secara normal.

Saat ini Xiaomi Mi 4c saya sudah bergati tampilan dulunya yang pernah pakai back cover warna hitam doff ganti ke pink dan kembali lagi ke hitam doff. Back cover yang saya pakai ini saya beli dari ali express karena iseng saja pengen belin dari luar negeri, hehehe. Di sisi softwarenya saat ini Xiaomi Mi 4C saya sudah saya upgrade menggunakan MIUI 9.5 keluaran xiaomi.eu.

Usia mendekati 2 tahun smartphone yang saya gunakan untuk harian ini masih jauh dari masalah, baterainyapun masih sanggup bertahan hingga 12 jam dengan penggunaan untuk telepon, sms, WA, browsing dan beberapa aplikasi sosmed lainnya.






Share:

Komparasi Smartphone Lenovo Vibe P1M dengan Xiaomi Mi 4c

Mas Bro Gan Sob, rtb kali ini akan membahas mengenai komparasi Smartphone Lenovo Vibe P1M dengan Xiaomi Mi 4c.  Pasalnya saya pernah memaksa istri saya yg fanatik dengan Lenovo untuk membeli Xiaomi yang berakhir dengan tetap membeli Lenovo.  Dua ponsel besutan Lenovo & Xiaomi ini sama-sama lahir di bulan September 2015.

Dimensi & Desain
Keduanya memiliki dimensi yang hampir sama. Meskipun sama-sama memiliki layar 5”, tetapi kedua smartphone ini  memiliki pixel density yang berbeda. Vibe P1m memiliki 294ppi sedangkan Mi 4c memiliki 441ppi. Untuk dimensinya(p x l x t)  Vibe P1m : 141mm x 71.8mm x 9.3mm sedangkan Mi 4c : 138mm x69.6mm x 7,8mm . Bisa disimpulkan Mi 4c lebih tipis dan lebih pendek dibandingkan Vibe P1m. Untuk beratnya Vibe P1m  148 gram sementara Mi 4c 132 gram. Material, keduanya sama-sama menggunakan dominan bahan plastik. Pilihan warna Mi 4c memiliki lebih banyak pilihan warna yaitu Hitam, Pink, Kuning, Biru dan Putih. Sedangkan Vibe P1m hanya memiliki dua pilihan warna Hitam dan Putih.

Spesifikasi

OS
Android OS, v5.1
Android OS, v5.1.1

Chipset
Mediatek MT6735P
Qualcomm MSM8992 Snapdragon 808

CPU
Quadcore 1.0 GHz Cortex-A53
Hexacore (4×1.4GHz Cortex-A53 & 2×1.8 GHz Cortex-A57)

GPU
Mail-T720MP2
Adreno 418

RAM
2GB RAM
2GB  or 3GB

Internal Storage
16GB
16GB or 32GB

External Storage
MicroSD card slot up to 32GB supported
No

Primary Camera
8MP, f/2.2, Autofocus
13MP, f/2.0,24mm phase detection autofocus, dual-LED(dual tone) flash

Secondary Camera
5MP
5MP,f/2.0, 1080p

Video
720p@30fps
1080p@30fps

Wifi
802.11 b/g/n
802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, WiFi direct

Bluethooth
V4.1, A2DP, LE
V4.1, A2DP

GPS
Yes, with A-GPS
Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS

Infrared
No
Yes

USB Port
microUSB v2.0, USB OTG
Type-C 1.0 reversible connector

Sensors
Accelerometer, proximity
Accelerometer, gyro, proximity, compass

Battery
Non-removable Li-Po 4000mAh
Non-removable Li-Ion 3080mAh


Jaringan
Kedua smartphone ini memiliki dukungan jaringan yang sama GSM/HSPA/LTE, untuk 4G atau LTE nya dengan kecepatan 150/50 Mbps.
Harga
Pada saat saya membeli (Nov&Des 2016) Vibe P1m seharga Rp. 1.720.000 dan untuk Mi 4c seharga Rp. 1.451.000.
Kesimpulan
Secara teknis Mi 4c memiliki hardware yang lebih mumpuni disbanding dengan Vibe P1m. Untuk kapasitas baterai Vibe P1m lebih unggul, namun untuk harga Mi 4c jauh lebih murah. Jadi inilah alasan kenapa saya lebih memilih membeli Mi 4c dan pernah menyarankan istri saya membelinya juga. Meskipun akhirnya tetap membeli Lenovo. Mi 4c termasuk model lama, tapi masih relevan untuk dipakai di akhir tahun ini.

Share: